Unggul dalam Kedokteran Industri, FK UMM Wajibkan Hiperkes dan Keselamatan Kerja bagi Lulusan Dokter Baru

Senin, 22 Oktober 2018 09:32 WIB

FK UMM kembali mengadakan Pelatihan Higiene Perusahaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (Hiperkes dan Keselamatan Kerja) yang berkoordinasi dengan Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementrian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.  Pelatihan ini dilaksanakan selama enam harisejak tanggal 15-20 Oktober 2018 di Gedung Kepaniteraan Klinik FK UMM yang berada di lantai empat RS Pendidikan UMM. 

 

Sama seperti di tahun-tahun sebelumnyapelatihan ini diselenggarakan beberapa hari setelah dilangsungkannya sumpah dokterNamun mulai periode Oktober 2018 iniDekan FK UMM, Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp. PD, FINASIM, mewajibkan para dokter yang baru disumpah untuk mengikuti pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja ini, dan menjadikannya syarat untuk mendapatkan ijazah dokter.

“Hal ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu lulusan FK UMM.” ujar beliau dalam sambutannya di pembukaan pelatihan tersebut. Beliau juga menyebutkanpelatihan ini dilakukan untuk mem-branding FK UMM yang unggul dalam kedokteran industrisesuai dengan visi misi FK UMM. Dengan mengikuti pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja, seorang dokter akan lebih mudah melamar pekerjaan baik di klinik umumklinik perusahaanmaupun rumah sakit.  Untuk itu, FK UMM akan melaksanakan pelatihan ini secara kontinyuduakali dalam setahun.

 

Selain pemateri lokalpelatihan ini mendatangkan pemateri dari Direktorat Bina K3 Kementrian Ketenagaakerjaan RI, yaitu  dr. Ventje Sri Setijanto, dr. Rita Zahara, dr. M. Arief Q, MH. Kes, dan dr. Rifchma PriyadarshaniTak hanya mengikuti materipeserta pelatihan yang berjumlah tujuh puluh delapan orang ini juga melakukan studi lapang ke PG Krebet Baru Malang pada hari Jumat, 19 Oktober 2018. Peserta diajak berkeliling pabrik untuk menganalisis bagaimana higiene perusahaan tersebutPeserta kemudian menuliskan laporan hasil studi lapang tersebut dan mempresentasikannyaSebagai syarat kelulusan pelatihanpeserta harus mendapatkan nilai minimal tujuh puluh pada post test, dan semua peserta dinyatakan lulus. 

 

“Alhamdulillah lulusan dokter FK UMM selain mendapatkan ijazah dokter juga dibekali dengan pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Harapannya semua peserta dapat memahami konsep penerapan K3 di lapangan serta menjamin kesehatan di lingkungan kerja maupun perusahaan nantinya. Untuk pelatihan periode selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan April 2019.” ujar Ibu Patmawati selaku panitia.

 

Shared: