Lokakarya Kepaniteraan Komunitas di Puskesmas

Selasa, 22 November 2011 10:27 WIB

Diskusi bersama Puskesmas Jombang dan FKUMM

Tahap profesi sesuai standar kompetensi dokter Indonesia dilakukan pada kepaniteraan klinik di Rumah Sakit dan kepaniteraan komunitas di Puskesmas. (12/11) FKUMM mengadakan lokakarya kepaniteraan komunitas. Tujuan lokakarya ini untuk menyamakan persepsi dan proses bimbingan yang dilakukan oleh pembimbing pada saat kepaniteraan komunitas di Puskesmas

Pada lokakarya tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang menyampaikan program pelaksanaan, kendala dan solusi selama dokter muda FKUMM menjalani kepaniteraan komunitas di Puskesmas Jombang. Dekan FKUMM  menyampaikan kompetensi dokter pada kepaniteraan komunitas berdasarkan SKDI dan narasumber dari FK Universitas Indonesia dr. Setyowati Budiningsih, MPH, MpdKed menyampaikan tentang Peran dan Fungsi Puskesmas dalam Pencapaian Kompetensi (community based education) tahap kepaniteraan komunitas

dr Jaka Handaya, MPH selaku ketua pelaksana menjelaskan “lokakarya ini diharapkan agar lebih terjalin lagi hubungan baik antara FK UMM dengan mitra Puskesmas, sehingga dapat mencapai target yang diharapkan dan sama saat menjalani kepaniteraan komunitas”. Salah satu peserta kepala Puskesmas Cukir saat diskusi menyampaikan “mahasiswa perlu dibekali skills komunikasi, agar saat terjun ke masyarakat siap tidak bingung tidak tahu apa yang mau dikerjakan”.

Saat diskusi cukup menarik yang disampaikan dr Budi, beliau menyampaikan bahwa hampir sebagian besar 80% mahasiswa kedokteran setelah lulus dokter berkeinginan untuk melanjutkan spesialis, hanya 20% yang mau menjadi dokter umum. Tidak bangga menjadi dokter umum, padahal primary health care sangat membutuhkan dokter-dokter umum. Hal ini kemungkinandisebabkan ada kesenjangan dari segifinancial antara dokter spesialis dan dokter umum. Namun hasil survey yang dilakukan oleh dr Budi menunjukkan bahwa dokter umum sangat membatasi pelayanan terutama saat praktek mandiri, saat ditanya kenapa tidak memberikan pelayanan imunisasi, dijawab imunisasi dilakukan oleh dokter spesialis atau tugasnya bidan, padahal dokter umum saat kepaniteraan klinik juga mendapatkan pembelajaran tentang imunisasi dan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter. Harapannya dokter yang diluluskan oleh institusi pendidikan dokter, bangga menjadi dokter umum yang spesialis atau disebut sebagai “dokter spesialis umum´. Beberapa kepala Puskesmas Kab. Jombang juga menyampaikan; sangatbangga menjadi dokter spesilias umum dan pesannya agar FKUMM dapat menghasilkan dokterspesialis umum yang professional.

 

Shared: