Rumah Sakit Paru Batu Sebagai Wahana Perbelajaran Klinik

Sabtu, 19 November 2011 12:30 WIB

 
Rumah Sakit Paru Batu

FKUMM sebagai institusi pendidikan memerlukan Rumah Sakit maupun Puskesmas sebagai wahana pembelajaran untuk tahap profesi  yang ditempuhselama 2 tahun. Wahana pembelajaran klinik merupakan tempat mahasiswa menerapkan ilmu yang telah dipelajari pada tahap akademik.

Empati, attitude dan role model seorang dokter akan dipelajari oleh mahasiswa selama berada di RS. Mahasiswa dapat merasakan, menenangkan dan memberikan support, pengobatan dan tindakan seorang dokter  pada seorang pasien yang memerlukan pengobatan. Mahasiswa dapat berperilaku yang baik pada semua orang yang ada di RS baik dengan dokter, perawat, farmasis, ahli gizi sampai dengan satpam dan tukang parkir, dan yang paling utama mahasiswa dapat berperilaku yang baik pada pasien dan keluarganya. Selain itu pengetahuan dan ketrampilan sebagai seorang dokter juga akan didapatkan saat menjalani kepaniteraan klinik di RS.

RS dan Puskesmas yang telah bekerjasama dengan FKUMM merupakan wahana pembelajaran klinik yang  sesuai dengan kebutuhan sebagai seorang dokter umum. Hal ini ditunjukkan dengan keberhasilan dokter FKUMM yang lulus saat mengikuti uji kompetensi dokter Indonesia. RS yang dipergunakan sebagai wahana pembelajaran klinik merupakan RS tipe B, hal ini sesuai dengan standar kompetensi dokter umum.

RSP Batu merupakan RS milik pemerintah yang memberikan pelayanan kesehatan pada 4 bagianbesar (bagian Anak, Penyakit Dalam, Bedah, Kebidanan dan Kandungan) serta beberapa bagian kecil (Syaraf, Radiologi dll). Jumlah pasien yang berkunjung juga cukup banyak. Dalam pendidikan RSP Batu telah digunakan sebagai wahana pendidikan bagi perawat. Kerjasama yang dibangun dengan FKUMM merupakan pengembangan RSP Batu sebagai wahana pendidikan bagi dokter.Jalinan awal kerjasama ini dengan mengadakan pertemuan 4 bagian besar dan komite medic RSP Batu yang ber tujuan untuk mengukur kemampuan RSP batu sebagai wahana pendidikan. Mengingat RSP Batu belum terakreditasi sebagai RS Pendidikan.

Kepaniteraan Klinik yang dilakukan FKUMM sistemnya terdiri dari empat tahap kegiatan; kegiatan tahap pertama adalah orientasi Rumah Sakit dan pengenalan kasus pasien, untuk itu RSP Batu dengan tingkat kemampuan pelayanan kesehatan 4 bagian besar, kegiatan kepaniteraannya dipergunakan untuk kegiatan tahap satu yaitu orientasi dan pengenalan kasus pasien dan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan untuk 4 bagian besar.

Hasil pertemuan dokter pembimbing yang awalnya merasakan ketidakmampuan dalam membimbing, telah sepakat dan mampu untuk membimbing, serta bersedia untuk ikut serta mendidik calon-calon dokter FKUMM

Shared: