Seminar dan Lokakarya Holistic Comprehensive Approach at Primary Healthcare

Sabtu, 08 September 2018 12:29 WIB

            Program studi profesi dokter FK UMM menggelar seminar dan lokakarya Holistic Comprehensive Approach at Primary Healthcare pada tanggal 7-8 September 2018 lalu. Acara yang diketuai oleh dr. Febri Endra Budi Setiawan, M.Kes ini diselenggarakan di Ballroom Hotel Trio Indah 2 Malang. Acara ini bertujuan untuk memperdalam ilmu tentang kedokteran keluarga, industri, dan Islami, serta untuk menyamakan persepsi pelaksanaan stase Kedokteran Keluarga, Industri, dan Islami (KKII) program studi profesi dokter FK UMM.

            Mendatangkan narasumber yang expert di family dan community medicine, Dr. dr. Dhanasari Vidiawati, M.Sc., CM-FM, Sp.DLP, acara ini diikuti oleh kurang lebih serratus peserta baik dari dokter pembimbing dan pembimbing binroh dari RS Muhammadiyah-Aisyiyah jejaring FK UMM, mahasiswa yang sedang menempuh CCR (clinical review), maupun peserta umum.

            Acara diawali dengan laporan ketua pelaksana, sambutan Wakil Dekan I, dr. Moch. Ma’roef, Sp.OG, dan sambutan sekaligus membuka acara oleh Bapak Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama oleh dr. Dhanasari yaitu Holistic Comprehensive Approach in Health Services: Description of Holistic Comprehensive Approach danStrategy for Implementing Holistic Comprehensive Approach. Pada sesi diskusi, para pembimbing binroh mendapat materi tersendiri yang disampaikan oleh dr. Kusuma Adriana, Sp.OG, dilanjutkan dengan membuat kesepakatan target yang harus dicapai oleh dokter muda dalam kegiatan binroh selama stase KKII.

            Materi kedua, dipaparkan oleh Dr. dr. Dhanasari, dan juga dr. Febri, tentang The Model of the Application Holistic Comprehensive at Primary Health Services, kemudian dilanjutkan dengan materi terakhir yaitu The Model of the Application Holistic Comprehensive in Occupational Health yang disampaikan oleh dr. Rubayat Indradi, MOH. Selesai mendapatkan materi, para peserta dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing diberi satu kasus untuk kemudian didiskusikan dan dilaporkan dalam bentuk status kedokteran keluarga yang mencakup diagnosis holistik dan penatalaksanaan komprehensif. Hasil diskusi tersebut dipresentasikan dalam pleno pada hari kedua, sebelum penutupan acara oleh ketua panitia, dr. Febri Endra Budi Setiawan, M.Kes.

  

Shared: