Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Klinik, FK UMM Gelar PEKERTI dan Lokakarya

Sabtu, 24 November 2018 12:56 WIB

FK UMM kembali mengadakan Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Lokakarya Kepaniteraan Klinik bagi para pendidik klinis, terutama pendidik dari RSUD dr. Soedomo Trenggalek dan RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan yang baru saja melakukan MoU sebagai rumah sakit pendidikan jejaring. Acara yang dilangsungkan selama dua hari, yakni pada 23-24 November 2018, ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Dokter Pendidik Klinis dalam Proses Pembelajaran Klinik”. Bertempat di Sengkaling Convention Hall, acara ini dibuka langsung oleh Bapak Wakil Rektor I, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si.

Kegiatan pada hari pertama cukup padat, diisi dengan penyampaian beberapa materi baik dari BKMA (Badan Kendali Mutu Akademik) UMM maupun dosen dari FK UMM. Materi pertama yang berjudul Grant Theory Pendidikan dan Pembelajaran yang di sampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Noor Harini, MS. Kemudian dilanjutkan dengan materi kedua mengenai Dasar-dasar Praktik dan Pembelajaran Klinik yang di sampaikan oleh Dr.Hj. Hari Windu, M.Si. Materi ketiga disampaikan oleh dr. Moch. Ma'roef Sp.OG mengenai Bedside teaching yang membahas proses pembelajaran saat menjalani program pendidikan profesi dokter di RS. Selanjutnya materi mengenai Strategi Pembelajaran Klinik dengan Problem Oriented Medical Record (POMR) oleh Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, FINASIM. Materi berikutnya adalah Evaluasi Proses Pembelajaran yang di sampaikan oleh dr. Irma Suswati M.Kes. Materi ini menjelaskan mengenai proses pembelajaran di FK UMM dan bagaimana cara untuk mengevaluasinya.

“Acara PEKERTI di FK kali ini memang lebih singkat dan dipadatkan. Namun itu tidak mengurangi substansi pelatihan ini.” tutur Dekan FK UMM, Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp.PD, FINASIM, dalam sambutannya.

Hari kedua PEKERTI dan Lokakarya Kepaniteraan Klinik di awali dengan materi Perencanaan Pembelajaran Klinik yang di sampaikan oleh Dra. Hj. Lise C, M.Pd. Materi ini menjelaskan tentang kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa, apa saja indikator-indikatornya, bobot penilaian, materi pokok, metode apa saja yang nanti akan digunakan dan estimasi durasi perkuliahan yang akan diterapkan kepada mahasiswa koas selama menjalani program keprofesian di Rumah Sakit. Dengan disampaikannya materi tersebut berakhir pula serangkaian acara PEKERTI ini.

  Namun acara hari ini belum selesai, masih ada kegiatan selanjutnya yaitu Lokakarya Kepaniteraan Klinik dengan materi Optimalisasi Peran Dosen Pendidik Klinis dalam Proses Pembelajaran Klinik yang di sampaikan oleh dr. Helmia Hasan, Sp.P(K) dari FK UNAIR. Selanjutnya, di berikan pengantar Lokakarya Kepaniteraan Klinik yang di sampaikan oleh Kepala Prodi Profesi Dokter, dr. Ruby Riana Asparini, Sp. BP-RE.Sesi selanjutnya adalah dikusi kelompok masing-masing departemen untuk membahas proses pendidikan profesi dokter di setiap rumah sakit. Akhir dari kegiatan diskusi ini adalah adanya pembahasan hasil diskusi yang di pimpin oleh dr. Bahrudin Sp.S.

“Alhamdulillah meskipun ada beberapa kendala, namun acara berjalan dengan lancar. Semoga dengan adanya kegiatan ini, para peserta nantinya akan dapat membimbing mahasiswa koas di RS masing-masing dengan baik dan sesuai standar yang ditentukan, sehingga nantinya akan semakin menjaga dan meningkatkan mutu dan kualitas dokter lulusan FK UMM.” ucap ketua pelaksana acara, dr. Rubayat Indradi, MOH. (yna)

Tim reporter Volks Medico: Demasa, Dimas, Firdavie, Haris, Syahri

Foto: dokumentasi Obscura Medico

Shared: