Multitalenta, Mahasiswa FK UMM Raih Runner Up 2 Miss Global Indonesia

Multitalenta, Mahasiswa FK UMM Raih Runner Up 2 Miss Global Indonesia

Menjadi mahasiswa fakultas kedokteran tidak mengurungkan niat Paradifa Githa Saphira mengembangkan bakat modellingnya. Mahasiswa FK UMM angkatan 2015 ini membuktikannya dengan meraihRunner Up 2  ajang Miss Global Indonesia 2018 di Jakarta pada 21 Oktober 2018.

Ajang Miss Global Indonesia tidak hanya sebatas kontes kecantikan, namun ajang yang berpusat di California ini juga bergerak untuk melestarikam dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia, khususnya untuk generasi muda. Miss Global Indonesia juga membentuk generasi muda yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan pariwisata. Menjadi Miss Global Indonesia berarti harus siap untuk mengangkat dan mempromosikan pariwisata, keanekaragaman budaya, dan kemajuan Indonesia ke mata dunia.

Sebelum melaju ke Miss Global Indonesia, Difa, sapaan akrabnya, telah menyisihkan puluhan peserta di ajang Miss Global Jawa Timur. Mahasiswa yang berasal dari Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat ini sangat bersyukur dan merasa senang sekaligus bangga bisa mendapat kesempatan seperti ini, terlebih mendapat predikat Runner Up 2. Usaha yang selama ini dilakukan seperti berlatih catwalk, berlatih public speaking, memperdalam kemampuan Bahasa Inggris, dan memperluas wawasan terbayar sudah.

Perjuangan Difa belum berakhir. Saat ini mahasiswa semester tujuh ini sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Miss Glam World 2019 yang akan berlangsung di India. Difa yakin, ketika mengambil langkah ini maka harus ada yang dikorbankan, yaitu waktu dan tenaga. “Saya sebisa mungkin tetap mengutamakan pendidikan dokter sebagaimana yang diamanahkan orang tua saya.” ucapnya.

Setiap harinya, mahasiswa kelahiran tahun 1996 ini mewajibkan dirinya untuk belajar pada malam hari. Sedangkan kegiatan yang lain termasuk persiapan melaju ke Miss Glam World 2019 ia lakukan pada sore hari seusai kuliah.

 Mahasiswa yang juga Duta Mahasiswa GenRe UMM 2017 ini mengajak teman-teman di FK UMM untuk belajar lebih giat agar bisa menjadi dokter yang amanah dan bermanfaat bagi banyak orang. Ia juga berpesan bahwa tidak ada alasan untuk menghentikan tekad untuk menyalurkan minat dan bakat. “Selagi ada doa dan usaha, Allah pasti selalu memberi jalan keluarnya. Kita harus menjadi dokter yang menginspirasi.” imbuhnya.

Shared: