Kedokteran Industri

Kedokteran industri lebih dikenal dengan istilah kesehatan kerja merupakan masalah yang dapat terjadi pada semua orang, karena bekerja adalah bagian kehidupan dan orang memerlukan pekerjaan sebagai sumber penghasilan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Namun, sejak lama diketahui bahwa bekerja dapat menimbulkan gangguan kesehatan atau penyakit, dan sebaliknya kesehatan dapat mengganggu pekerjaan.

Kesehatan Kerja, bertujuan untuk mengenal bermacam-macam bahaya kesehatan di tempat kerja, menilai risiko hazard dan melakukan intervensi terhadap risiko, agar menghilangkan atau meminimalisir risiko kejadian penyakit. Di dunia usaha dan dunia kerja, pelaksanaan upaya kesehatan kerja diwajibkan berdasarkan konsep hak asasi manusia yang bersifat universal. Di Indonesia, hal tersebut diatur oleh peraturan perundang-undangan dan prinsip ekonomi pekerja yang sehat, produktif dan sejahtera di samping merupakan aset perusahaan yang paling berharga juga dapat mencegah kerugian (loses).

Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu (Malang Raya) merupakan area pemukiman dan industri yang cukup padat. Pertumbuhan industri kecil, sedang dan menengah sangat pesat dalam sepuluh tahun terakhir. Namun, sayangnya masalah kesehatan pada komunitas pekerja dan masyarakat di sekitar industri belum mendapat perhatian yang cukup besar dari kita semua. Untuk itu, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang, sesuai dengan visi dan misinya, bertekad menghasilkan lulusan dokter yang mempunyai kompetensi di bidang kedokteran industri, sehingga upaya preventif, promotif, kuratif, maupun rehabilitatif dapat diterapkan di lingkungan kerja. Hasil akhir yang diharapkan adalah komunitas pekerja maupun masyarakat sekitar tempat kerja dapat tetap terlindungi sehingga produktivitas mereka tetap optimal.

Adapun materi perkuliahan dan praktik kedokteran industri yang disampaikan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang adalah sebagai berikut:

  • Evidence Based Medicine (EBM) pada masyarakat pekerja
  • Komunikasi
  • Konsep dasar K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di perusahaan dan rumah sakit
  • Hukum dan peraturan mengenai kesehatan kerja
  • Deteksi dini masalah kesehatan pada masyarakat pekerja
  • Faktor Lingkungan / Lingkungan kerja yang mempengaruhi kesehatan pekerja
  • Gizi Pekerja
  • Promosi Kesehatan melalui media komunikasi
  • Menelaah secara kritis jurnal penelitian yang berkaitan dengan  bidang K3 dan Penyakit Akibat Kerja.
  • Ergonomi
  • Psikologi industri
  • Diagnosis Penyakit Akibat Kerja (PAK), penatalaksanaan PAK, dan Sistem pelaporan PAK
  • Penilaian Kecacatan & Ganti rugi
  • Field visit (kunjungan ke tempat industri)

 

Selain itu, para dosen juga diwajibkan untuk melakukan Tridharma Perguruan Tinggi yang sesuai dengan visi misi dan tujuan FK UMM, yaitu melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang kedokteran industri.

Beberapa kegiatan tersebut antara lain berupa pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Klaseman, kelurahan Karangbesuki, Kota Malang. Daerah ini merupakan sentra industri sanitair skala kecil dan menengah di kota Malang yang telah berjalan sejak sangat lama, bahkan dimulai sebelum tahun 1945. Sentra industri ini memproduksi berbagai macam produk yang berbahan dasar semen dan pasir, seperti pot bunga, lampu taman, bak kamar mandi, meja kursi taman dll, dan melayani pemesanan dari lokal Malang Raya, maupun pemesanan dari luar kota.

Pengabdian masyarakat yang sudah terselenggara yaitu penyampaian edukasi kedokteran dan kesehatan di bidang penyakit dalam, kesehatan kerja, kulit dan kelamin, THT, saraf, dan nantinya akan segera menyusul edukasi di bidang kedokteran dan kesehatan lainnya.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa agar mempunyai pengalaman sejak dini untuk melihat dan mengamati bagaimana para pekerja melakukan proses industri. Selain itu, mahasiswa dapat melihat beberapa bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari proses tersebut, untuk kemudian dapat berlatih menyampaikan pendapat atau masukan mengenai hal-hal yang dapat diperbaiki dalam proses industri sanitair ini.  Dari masukan tersebut, diharapkan akan dapat mencegah terjadinya penyakit akibat kerja yang dapat merugikan produktivitas pekerja dan perusahaan sanitair tersebut.

 

Shared: