Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang

RefleksiKasus(laporan kasus, responsi, morning report, mortality case)

Tujuan Refleksi Kasus:

1.  Membantu menghubungkan antara kegiatan klinik yang dilakukan oleh dokter muda dan target kompetensi yang harus dicapai.

2.  Mengembangkan keterampilan berfikir kritis, bersikap terbuka terhadap perbedaan ide dan selalu mengantisipasi konsekuensi tindakan yang dilakukan pada pasien.

3.  Membantu retensi pengalaman dalam menangani kasus menjadi “pembelajaran bermakna”.

 

Tugas Dokter Muda:

1.  Mengajukan refleksi kasus satu kali dalam dua minggu.

2.  Refleksi kasus dapat dilakukan di semua tempat pelayanan kesehatan yang menjadi tempat pendidikan FK UMM.

3.  Kasus yang digunakan dapat  berasal dari Rawat Inap atau Rawat Jalan.

4.  Kasus yang akan dipilih sebagai refleksi kasus umumnya adalah kasus yang didapat setelah mengikuti kegiatan klinik di bangsal maupun di poliklinik, baik yang dilakukan bersama dengan instruktur klinik ataupun dilakukan sendiri. Kasus diharapkan mengacu pada kompetensi minimal yang harus dikuasai dokter muda. Kasus yang dipilih untuk refleksi kasus adalah kasus yang menarik, misalnya akan banyak dijumpai, kontroversi dengan teori/pemeriksaan/terapi, kasus dilematis, atau manajemen yang tidak lengkap.

5.  Setelahmendapatkan kasus  yang dianggap menarik, dokter muda harus mengkonsultasikan pilihan kasus tersebut dengan instruktur klinik. Instruktur klinik kemudian akan memeriksa kesesuaian kasus tersebut untuk dapat dijadikan refleksi kasus berdasarkan kompetensi dokter umum. Bila sesuai maka instruktur klinik akan menyetujui dan akan meminta dokter muda untuk mempelajarinya.

6.  Setelahdisetujui, dokter muda akan mempelajari ulang kasus yang dipilihnya, baik dengan melakukan bed slide learning maupun membaca rekam medis. Dokter muda juga akan mencari referensi yang mendukung di perpustakaan.

7.  Refleksikasus dibuat dengan ditulis tangan, maksimal 2 lembar. Pembuatan refleksi kasus mengikuti 6 langkah berikut (lihat gambar di bawah ini) dan dilengkapi dengan bukti literatur EBM (Evidence-based Medicine) yang dibaca.

8.  Langkah penulisan refleksi kasus:

a.  Description

Deskripsikan kasus yang diambil. Cobalah untuk menuliskan hal yang menurut saudara menarik/mencemaskan/kontroversi/ingin diketahui lebih lanjut.

b.  What were you feeling?

Setelah kasus ditentukan, renungkan kembali situasi yang dihadapi. Identifikasi emosi pribadi yang terlibat dalam kasus ini. Tujuan langkah ini adalah memperkuat pengalaman yang menyenangkan serta dapat mengatasi pengalaman yang tidak menyenangkan.

c.  Evaluation

Lakukan evaluasi dan jelaskan pengalaman selama menangani pasien, baik pengalaman yang baik maupun pengalaman yang buruk.

d.  Analysis? (based on EBM)

Tulisan alysis kasus secara prospektif, misalnya dengan mengkaji berbagai kemungkinan penatalaksanaan (anamnesis, pemeriksaan, diagnosis, terapi) yang berbeda. Gunakan referensi dengan menggunakan pendekatan EBM.

e.  Conclusion(I would done differently)

Tuliskan kesimpulan hasil analysis saudara berdasarkan referensi yang digunakan.

f.  Actualplan (The way manage my patient in the future)

Tuliskanlah rencana saudara apabila mendapatkan kasus yang serupa dengan kasus ini.

9.  Dokter muda meminta verifikasi dan tanda tangan dari instruktur klinik setempat yang mendampingi kegiatan pada minggu itu. Instruktur klinik akan memverifikasi dan umpan balik terhadap hal-hal berikut ini:

a.   Kasus yang dipilih

b.   Masalah/hal yang menarik

c.   Yang sudah dipelajari

d.   Buktireferensi

10.  Setiap selesai verifikasi, dokter muda segera meminta nilai kepada instruktur klinik dan ditulis di buku kerja harian sebagai bukti. Nilai refleksi kasus merupakan salah satu komponen nilai akhir dokter muda di suatu bagian.

11.  Hasilrefleksi kasus akan diverifikasi dan didiskusikan kembali dengan Dosen Pembimbing Klinik (DPK), saat dokter muda bertemu dengan DPK.

 

Tugas Penilai:

Penilaian refleksi kasus dilakukan setiap menyelesaikan satu refleksi kasus. Instruktur dan atau Dosen Pembimbing Klinik (DPK) wajib memberikan penilaian refleksi kasus, yang meliputi komponen berikut ini:

1.  Identifikasi kasus mencakup kemampuan memaparkan kasus dari sisi deskripsi pengalaman.

2.  Analisis kasus yang mencakup kemampuan mengkaji kasus berdasarkan referensi.

3.  Kesimpulan dan tindak lanjut yang mencakup kemampuan mengidentifikasi pengalaman belajar dan menyusun rencana pengembangan diri selanjutnya.

4.  Profesional behavior mencakup sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan.

Metode Pelaksanaan Refleksi :

1.  Laporan Kasus ; setiap dokter muda mempunyai kewajiban untuk membuat evaluasi diri dengan memnbuat laporan kasus. Bentuk yang dikerjakan adalah dengan membuat pembahasan secara menyeluruh untuk sebuah kasus tertentu. Pembahasanyang dikerjakan oleh dokter muda ini dilakukan dengan membuat POMR (Problem Oriented Medical Record), kemudian dilakukan pembahasan bagaimana dasar diagnosis, manajemen serta komplikasi yang akan atau sudah terjadi, termasuk menjelaskan patofisiologi serta EBM (Evidence Based Medicine). Dokter Muda kemudian mempresentasikan di dalam forum ilmiah di departemen yang sedang ditempuh. Penilaian akan diberikan oleh dokter pembimbing klinis, dan masuk dalam salah satu komponen nilai akhir.

2.  Morning Report ; setiap dokter muda selama dalam masa pendidikan profesi akan mengikutitugas jaga dalam rangka menatalaksana kasus secara paripurna. Setiap hari, setelah dokter muda menyelesaikan tugas jaga, akan memberikan laporan di forum ilmiah dengan dosen pembimbing klinis dan dokter muda yang lain pada departemen yang sama. Dalam melaporkan kasus yang ditemui saat melaksanakan tugas jaga, dokter muda harus dapat melakukan evaluasi penentuan diagnosis dan penanganan kasus yang ditemui. Sehingga dapat menganalisis mengenai diagnosis dan penanganan kasus yang ditemui, apakah sudah sesuai teori atau tidak. Pelaporannya dalam bentuk presentasi POMR dan pengetahuan teori klinis singkat. 

3.  Mortality Case ; dokter muda selama mengikuti proses pendidikan profesi diharapkan untuk melakukan analisis dan pembahasan yang komprehensif kasus kematian. Kasus kematian ini bisa didapatkan dokter muda saat mengikuti pendidikan profesi, ataupun dari hasil data rekam medis dalam bentuk studi retropektif. Dengan mempelajari kasus kematian dokter muda akan mempelajari kondisi yang menjadi penyebab kasus kematian tersebut serta mengetahui bisa dicegah atau tidak. Dalam membahas kasus kematian ini dokter muda akan melakukan diskusi dengan sesama dokter muda dari departemen yang berbeda. Hasil akhirnya diharapkan dokter muda akan mampu menilai kasus kematian dari berbagai bidang, sehingga menjadi pembelajaran apabila bertemu dengan kasus yang sama. Termasuk disini dokter muda tersebut akan belajar bagaimana untuk melakukan kerjasama tim antar departemen yang berbeda dalam mengatasi kasus tertentu.

4.  Responsi; dokter muda pada saat memasuki departemen tertentu akan melakukan pembahasan suatu kasus yang sulit dan jarang ditemui selama mengikuti pendidikan profesi. Pembehasan ini meliputi: epidemiologi, patofisiologi, diagnosis dan diagnosis banding serta manajemen dan komplikasi yang menyertai. Dalam membahas kasus ini dokter juga harus mampu menunjukkan hasil telusur EBM (Evidence Based Medicine). Sehingga mendapatkan pengetahuan yang terbaru tentang suatu kasus. 

Nilai adalah nilai individu (bukan nilai kelompok), dan nilai yang diberikan adalah berupa angka. Nilai ditulis di dalam Buku Kerja Harian pada bagian Lembar Penilaian Refleksi Kasus.

Shared: