Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Kedokteran
Universitas Muhammadiyah Malang

Tutorial Klinik

Tujuan Tutorial Klinik

1.   Memperluas kesempatan dokter muda untuk berinteraksi dengan pasien secara langsung (termasuk keterampilan komunikasi dan pemeriksaan)

2.   Melatih dokter muda untuk mengikuti perjalanan penyakit pasien secara runtut.

3.   Melatih dokter muda untuk melakukan penalaran klinis.

4.   Melatih dokter muda agar mampu menangani pasien secara komprehensif berdasarkan bukti ilmiah.

5.   Melatih dokter muda untuk tanggap terhadap permasalahan-permasalahan dalam praktek yang mempengaruhi penanganan pasien.

6.   Melatih dokter muda untuk menggunakan waktu seefisien mungkin dalam belajar dan melaksanakan tugas yang sudah dijadwalkan.

7.   Mengembangkan bentuk kerja sama yang serasi dan efektif.

8.   Mengembangkan dan menerapkan aspek etika dan medikolegal.

 

Tugas Dokter Muda:

1.   Tutorial klinik dilakukan dua kali dalam satu minggu, lama satu kali tutorial klinik adalah antara 1-2 jam. Tutorial klinik dapat dilakukan di semua tempat pelayanan kesehatan yang menjadi tempat pendidikan FK UMM. Pada saat dokter muda menjalani rotasi di Rawat Inap, maka kasus diambil dari pasien Rawat Inap.

2.   Tempat pelaksanaan disesuaikan dengan ruang yang tersedia di Bagian Klinik terkait. Kegiatan tutorial klinik dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

3.   Kasus dapat dipilih oleh kelompok dokter muda atas persetujuan tutor. Kasus yang dipilih sedapat mungkin sesuai dengan kompetensi yang sudah ditetapkan. Apabila selama Program Pendidikan Dokter tahap Profesi tidak dijumpai kasus yang sesuai  maka tutorial dapat menggunakan simulasi kasus dalam bentuk scenario tertulis atau rekaman Audio Visual yang telah disediakan oleh masing-masing Bagian. Satu kasus hanya digunakan untuk 2-3 orang. Sehingga, jika peserta diskusi tutorial lebih dari 3 orang, maka kasus yang didiskusikan lebih dari 1 kasus.

4.   Setelah kasus disetujui/disepakati, dokter muda mengumpulkan data pasien (Ax, Px, Px penunjang) secara mandiri atau dibawah pengawasan instruktur klinik, dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik serta mempelajari pemeriksaan-pemeriksaan  penunjang yang telah dilakukan. Hasilnya digunakan sebagai bahan untuk  didiskusikan dalam tutorial tahap 1.

5.   Data yang ada disiapkan oleh dokter muda untuk bahan tutorial I (semua dokter muda dalam kelompok harus mempelajari kasus/data yang sudah ada).

6.   Target Tutorial Pertama (Tutorial I) adalah merumuskan masalah/diagnosis banding kasus serta identifikasi hal-hal yang perlu dipelajari dan diketahui lebih lanjut oleh dokter muda (Tujuan Belajar/Learning Objectives/LO).

7.   Setelah Tutorial selesai, dokter muda akan melakukan follow-up pasien, belajar mandiri, atau kunjungan rumah jika diperlukan. Hal-hal yang diidentifikasi dalam Tutorial merupakan dasar bagi dokter muda untuk melakukanfollow up pasien untuk mengetahui perkembangan penyakit dan penanganannya, serta belajar mandiri dengan cara diskusi bersama dokter yang mengelola, konsultan, dan belajar dari sumber-sumber ilmiah lainnya. Hasil dari langkah 5 ini menjadi dasar diskusi pada tutorial II.

8.   TutorialII dilakukan untuk menetapkan diagnosis kerja dan tatalaksana pada kasus tersebut. Perlu juga didiskusikan kesenjangan yang terjadi antara penanganan yang ideal  berdasar bukti ilmiah serta kenyataan yang dialami pasien, dan dikaji mengapa hal ini dapat terjadi serta bagaimana sebaiknya seandainya permasalahan yang sama muncul di kemudian hari.

9.   Padaakhir tutorial, tutor memberikan umpan balik dan penilaian yang diisikan pada Buku Kerja Harian masing-masing dokter muda (lihat bagian penilaian).

10.   Kasusyang tidak memerlukan 2 kali tutorial karena data sudah lengkap (misalnya kasus dari poliklinik atau scenario), dapat diselesaikan dalam satu kali pertemuan. Tutorial Kedua (Tutorial II) mengambil kasus baru lagi.

 

TugasTutor:

1.  Yangmenjadi tutor adalah staf yang telah ditetapkan Bagian dan telah mengikuti pelatihan tutorial klinik.

2.  Peran tutor terutama sebagai fasilitator dan motivator proses pembelajaran di dalam diskusi tutorial klinik.

3.  Penilaian tutorial klinik dilakukan setelah menyelesaikan satu kasus. Tutor wajib memberikan penilaian tutorial klinik, yang meliputi komponen berikut ini:

4.  Penalaran klinis (Clinical Reasoning), mencakup kemampuan menganalisis klinis berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan dan menghubungkan teori dengan praktek.

5.  Relevansi bukti-bukti untuk penalaran klinis, mencakup kemampuan  menunjukkan data-data berdasarkan bukti ilmiah.

6.  Komunikasi mencakup kemampuan menyampaikan, mendengarkan dan menghargai pendapat di dalam diskusi.

7.  Profesional behavior mencakup sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan.

Nilai adalah nilai individu (bukan nilai kelompok), dan nilai yang diberikan adalah berupa angka. Nilai ditulis di dalam Buku Kerja Harian pada bagian Lembar Penilaian Tutorial Klinik.

Shared: