Kurikulum KBK KIKI

KURIKULUM KBK KIKI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI, KEDOKTERAN ISLAMI, KEDOKTERAN KELUARGA DAN KEDOKTERAN INDUSTRI   FKUMM telah mendapatkan Program Hibah Kompetisi (PHK) Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter (PKPD) DIKTI sejak tahun 2010 - 2013,...

Detail
about

Kurikulum

KURIKULUM KBK KIKI
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI,
KEDOKTERAN ISLAMI, KEDOKTERAN KELUARGA DAN KEDOKTERAN INDUSTRI

 

FKUMM telah mendapatkan Program Hibah Kompetisi (PHK) Peningkatan Kualitas Pendidikan Dokter (PKPD) DIKTI sejak tahun 2010 - 2013, salah satu program kegiatan melakukan re-design kurikulum tahun akademik 2007/2008, kurikulum sebelumnya diganti dengan kurikulum KBK KIKI (Kurikulum Berbasis Kompetensi Kedoktrean Islami, Kedokteran Keluarga dan Kedokteran Industri). Kurikulum KBK KIKI diberlakukan pada ajaran tahun akademik 2013/2014.


Kurikulum KBK KIKI terdiri dari 2 tahap yaitu tahap Akademik dan tahap Profesi

Tahap Akademik dibagi menjadi 5 Fase 

- Fase I : General Education

- Fase II : Sistem Normal

- Fase III : Proses Sehat Sakit

- Fase IV : Riset

- Fase V : Gangguan Kesehatan dan Lingkungan

Tahap Profesi

- Kepaniteraan Klinik di Rumah Sakit

- Kepaniteraan Klinik di Puskesmas

- Kepaniteraan Klinik di Klinik Keluarga dan Industri


Strategi yang diterapkan adalah pembelajaran blok dengan metode pembelajaran menggunakan Problem Based Learning (PBL). Sistem ini membutuhkan waktu 7 semester (3,5 tahun) untuk menyelesaikan beban studi 149 SKS pada Tahap Akademik (Sarjana Kedokteran) dan 4 semester (2 tahun) untuk menyelesaikan beban studi 35 SKS pada Tahap Profesi (Profesi Dokter). Masa studi yang dibutuhkan hingga lulus menjadi Dokter seluruhnya 11 semester (5,5 tahun) dengan beban studi 184 SKS.

Mengacu pada Standar Kompetensi Dokter dan Standar Profesi Dokter yang disahkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia tahun 2012, proses pembelajaran di FK UMM memuat 7 area kompetensi utama, yaitu: (i) Profesional yang Luhur, (ii) Mawas diri dan Pengembangan Diri, (iii) Komunikasi Efektif, (iv) Pengelolaan Informasi, (v) Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran, (vi) Ketrampilan Klinis, (vii) Pengelolaan Masalah Kesehatan. Kompetensi pendukung di FK-UMM terdiri dari: (i) Kedokteran Umum, (ii) Kedokteran Keluarga, (iii) Kedokteran Industri, dan (iv) Nilai-nilai Islami. Area kompetensi utama dan kompetensi pendukung tersebut diintegrasikan ke dalam sistem pembelajaran blok.

Strategi pembelajaran KBK yang diterapkan adalah dengan mengelompokkan beberapa mata kuliah ke dalam beberapa blok secara spesifik, dimana setiap blok merupakan satu area pembelajaran masalah kesehatan. Jumlah blok pembelajaran di FK UMM pada saat ini sebanyak 21 blok atau rata-rata 3 blok per semester yang telah mencakup kompetensi utama dan kompetensi pendukung. Pada setiap blok terdiri dari 3-5 skenario, tergantung berapa lama satu blok tersebut diselesaikan. Apabila jadual pembelajaran blok diselesaikan dalam 5 minggu maka dalam blok tersebut akan membahas 3 skenario. Setiap skenario diselesaikan dalam waktu 1 minggu dengan rangkaian kegiatan diskusi tutorial 2 kali, skill lab 2 kali, kuliah pakar 3-5 kali, diskusi pleno 1 kali dan bila diperlukan praktikum, maka dilakukan praktikum 1 kali. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan ujian tengah blok dan satu minggu terakhir digunakan untuk ujian blok.
Shared: