Kurikulum

TAHAP PROFESI?KEPANITRAAN KLINIK

Tahap Kepaniteraan Klinik semester delapan sampai sebelas merupakan pendidikan tahap kepaniteraan klinik berbasis kompetensi, meliputi kemampuan profesi klinik dan kedokteran komunitas.

Strategi pembelajaran yang digunakan di PS Kedokteran adalah dengan SPICES (student-centered, problem-based, integrated, community-based, elective and systematic) menggunakan metode PBL dengan kegiatan kuliah, tutorial, praktikum dan skills lab yang tertuang di dalam sistem/blok yang mengakomodir prinsip-prinsip metode ilmiah.

Dalam setiap sistem/blok, memuat beberapa skenario tentang symptom. Dalam pelaksanaan blok, terdapat kuliah integrated yang dilanjutkan dengan tutorial PBL dimana kelas dibagi dalam kelompok kecil. Tutorial membahas skenario berupa problem/masalah. Problem/masalah yang dipilih dirancang berorientasikan mata kuliah utama pada semester tersebut dan memuat integrasi Basic Medical Science dengan aplikasi klinis sesuai kompetensi.

Kuliah pakar dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang isu terbaru atau topik masalah atau penyakit dengan level kompetensi 2, 3, dan 4. Kuliah dilakukan secara klasikal dalam kelas besar dan merupakan kuliah interaktif. Rata rata setiap kali pertemuan dalam perkuliahan dilaksanakan dalam satuan tatap muka selama @50 menit/jam tatap muka.

Tahap profesi diatur dalam suatu rangkaian fase sebagai berikut :

1. FASE-1 KEPANITERAAN KLINIK UMUM

Pada fase ini mahasiswa program profesi akan menempuh pendidikan selama 4 minggu di Rumah Sakit Pendidikan. Mereka akan mengikuti fase Kepaniteraan Klinik Umum ini selama 4 minggu, yang meliputi bagian Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Bedah, Ilmu Kebidanan dan Kandungan serta Ilmu Penyakit Anak dimana masing-masing departemen tersebut berlangsung selama 1 minggu. Diharapkan saat mahasiswa menempuh pendidikan tahap Kepaniteraan Umum akan mempunyai pengalaman awal tentang orientasi dan pengenalan RS serta berinteraksi dengan penderitaserta jenis penyakitberdasarkan pengetahuan dan keilmuan yang telah diperoleh. Kegiatan berupa bedsides teaching, tutorial dan refleksi. Ujian menggunakan OSCE 4 bagian besar.

 

2.  FASE-2KEPANITERAAN KLINIK UTAMA

Pada fase ini mahasiswa program profesi akan menempuh pendidikan selama 4 semester di Rumah Sakit Pendidikan (Utama, Satelit, Khusus). Selama menempuh pendidikan ini mahasiswa akan mengalami rotasi di berbagai Departemen. Waktu yang dibutuhkan untuk setiap Departemen berbeda. Ada yang 10 minggu, 6 minggu, 4 minggu dan 2 minggu. Diharapkan saat akhir fase, mahasiswa yang menempuh pendidikan akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman serta ketrampilan yang dibutuhkan sesuai dengan Standart Kompetensi Dokter Indonesia2012, terutama dilevel kompetensi 3 dan4. Kegiatan fase ini merupakan kegiatan kepaniteraan yang berorientasi hospital baseddan community based. Pendalaman keilmuan dan ketrampilan dengan kasus riil dengan berbagai jenis penyakit yang diderita pasien.  Kegiatan berupa morning report, bedside teaching, tutorial klinik, journal reading, manajemen kasus dan refleksi. Ujian menggunakan MINI CEX, case based discussion,OSLER, dan OSCE ditiap-tiap bagian/departemen.

Pada fase ini mahasiswa juga akan menempuh pendidikan di Pusat Kesehatan Masyarakat, saat ini akan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang berkenaan dengan ilmu pencegahan dan manajemen kesehatan masyarakat. Sehingga diharapkan mahasiswa akan mampu untuk melakukan diagnosa komunitas dan manajemen penyelesaiannya. Kegiatan fase ini merupakan kegiatan kepaniteraan yang berorientasi community based berupa penelitian, journal reading, manajemen kasus/program kesehatan, penyuluhandan refleksi. Ujian menggunakan SOCAtentang diagnosa komunitas.

Kepaniteraan khusus kedokteran islami dan industri juga terdapat di dalam fase 2 yaitu kepaniteraan utama. Pada fase ini mahasiswa akan mempelajari ilmu kesehatan yang lebih mengarah pada kedokteran industri dengan kondisi yang tidak terbagi berdasarkan departemen tertentu, karena saat itu mereka berada di layanan pertama. Mahasiswa diharapkan mampu secara holistikmenangani kasus yang berbeda tidak berdasarkan bagian. Kegiatan Kedokteran Industridengan jalan melakukan homevisit pada keluarga untuk di lihat secara holistik faktor-faktor yang dapat memperberat penyakit pasiendalam hal penyakit akibat kerja terutama dari segi tinjauan kedokteran industri.

Mahasiswa ini juga akan memperoleh materi Ke-Islaman, dimana mahasiswa mampu memberikan pelayanan kesehatan secara Islami seperti ceramah kesehatan yang dikaitkan dengan ayat dan hadits yang shohih, bersuci dan sholat dalam kondisi khusus, mentalqin atau memimpin do’a utk orang sakit, memandikan jenazah secara Islam dan lain-lain., serta kajian keIslaman.Kegiatan berupa morning report, bedside teaching, tutorial(pengembangan program Industridan keislaman), journal reading dan manajemen kasus. Ujiannya menggunakan Case Based Discussion, MCQ-CBT dan OSCE.

 

3. FASE-3KEDOKTERAN KLINIK TERINTEGRASI

Pada fase ini mahasiswa diharapkan telah memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang diharapkan sesuai dengan standart kompetensi yang diharapkan. Namun seperti diketahui pada tahap profesi masih berdasarkan departemen, mahasiswa pada fase ini akan mengalami proses integrasi dari pengetahuan dan ketrampilan klinik yang telah diperoleh, sehingga pada akhir fase akan memiliki kemampuan untuk mengelola kasus secara komprehensif.  Kegiatan yang dilakukan dengan bimbingan dengan mentor dengan jalan tutorial dan kuliah pakar serta skills lab. Ujian menggunakan MCQ-CBT dan OSCE Terintegrasi.

Shared: