Mahkota Prestasi untuk FK UMM: Aqeela Nayyara Raih Gelar Putri Kampus 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa FK UMM. Aqeela Nayyara Putri Hardyati berhasil dinobatkan sebagai Putri Kampus UMM 2026 dalam ajang pemilihan Putra Putri Kampus Universitas Muhammadiyah Malang. Keberhasilan mahasiswi asal Malang tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa kedokteran tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di berbagai bidang serta memiliki kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang baik. Di balik pencapaiannya, Aqeela mengaku harus menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara kegiatan perkuliahan dan rangkaian karantina Putra Putri Kampus yang padat. “Tantangan terbesar terletak pada manajemen waktu. Sebagai mahasiswa kedokteran, jadwal perkuliahan pakar, praktikum, skill, dan tutorial cukup padat. Di sisi lain, proses karantina juga membutuhkan komitmen dan persiapan yang tidak sedikit. Saya berusaha menyusun prioritas dengan baik dan memanfaatkan waktu secara efektif agar keduanya dapat berjalan seimbang,” ujarnya. Bagi mahasiswi angkatan 2025 ini, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga amanah untuk terus berkembang dan membawa nama baik Fakultas Kedokteran UMM. “Saya memaknai kemenangan ini sebagai representasi bahwa mahasiswa FK UMM mampu menjadi pribadi yang berprestasi, berkarakter, dan aktif di berbagai bidang. Semoga pencapaian ini dapat menjadi kebanggaan bersama dan memberikan dampak positif,” tuturnya. Sebagai Putri Kampus UMM 2026, Aqeela berharap dapat menjadi jembatan antara mahasiswa, kampus, dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat. Ia juga ingin mengajak mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri serta membawa semangat UMM yang Inovatif, Mandiri, dan Berdampak ke ruang yang lebih luas. Prestasi yang diraih Aqeela menjadi kebanggaan bagi keluarga besar FK UMM sekaligus menunjukkan bahwa calon dokter tidak hanya dibentuk menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga sosok inspiratif yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Masya Allah, Tubuh Kita Ternyata Mampu Memulihkan Diri Setelah Donor Darah

donor darah

Setiap kali mendonorkan darah, seseorang akan menyumbangkan sekitar 350–450 mL darah atau sekitar 7–10% dari total volume darah orang dewasa. Bagi sebagian orang, angka tersebut mungkin terdengar cukup besar sehingga menimbulkan pertanyaan: apakah tubuh tidak kekurangan darah setelah donor? Faktanya, tubuh manusia telah diciptakan dengan kemampuan yang luar biasa untuk menjaga keseimbangan dan memulihkan diri. Kehilangan darah dalam jumlah tersebut akan segera memicu berbagai mekanisme kompensasi yang bekerja secara terkoordinasi untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap stabil. Segera setelah donor darah, tubuh mendeteksi adanya penurunan volume darah. Jantung akan berdetak sedikit lebih cepat, pembuluh darah menyempit sementara, dan aliran darah diprioritaskan menuju organ-organ vital seperti otak, jantung, dan paru-paru. Karena proses inilah sebagian orang dapat merasakan sedikit pusing atau lelah setelah donor darah. Dalam 24–48 jam berikutnya, tubuh mulai mengganti cairan yang hilang. Cairan dari jaringan tubuh akan ditarik kembali ke dalam pembuluh darah untuk membantu mengembalikan volume plasma. Oleh karena itu, memperbanyak konsumsi air putih setelah donor sangat dianjurkan untuk mempercepat proses pemulihan. Beberapa hari setelah donor, sumsum tulang mulai meningkatkan produksi sel darah putih dan trombosit untuk menggantikan komponen yang berkurang selama proses donor. Selanjutnya, tubuh memasuki tahap regenerasi sel darah merah. Ketika kadar oksigen di jaringan sedikit menurun, ginjal akan melepaskan hormon eritropoietin (EPO) yang memberi sinyal kepada sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru. Proses ini dikenal sebagai eritropoiesis dan berlangsung secara bertahap selama beberapa minggu. Secara umum, volume cairan darah dapat pulih dalam waktu 24–48 jam, sedangkan pembentukan kembali sel darah merah membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 2–8 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh memiliki kemampuan regenerasi yang sangat baik. Masya Allah, setiap sistem di dalam tubuh saling berkoordinasi untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan. Donor darah bukan hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga mengingatkan kita akan kesempurnaan ciptaan Allah SWT.