Desa Binaan 2026: BEM FK UMM Edukasi Keselamatan Kerja Petani melalui Program ASPIRE

Sebagai wujud komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (FK UMM) kembali menyelenggarakan program tahunan Desa Binaan 2026 pada 27 Juni 2026 di Desa Sukonolo. Mengusung tema ASPIRE (Action for Sustainable Prevention of Infectious Respiratory Event), kegiatan ini berfokus pada upaya pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian alat pelindung diri (APD) kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan keselamatan kerja, khususnya bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi sosialisasi mengenai lingkungan kerja petani serta pentingnya penggunaan APD dalam mengurangi risiko paparan debu, pestisida, maupun faktor lain yang dapat berdampak pada kesehatan saluran pernapasan. Materi disampaikan oleh dr. Rubayat Indradi, MOH., yang menjelaskan pentingnya penerapan perilaku kerja yang aman sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan para petani. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung secara interaktif. Antusiasme warga Desa Sukonolo terlihat dari banyaknya pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan terkait kondisi kerja sehari-hari di sektor pertanian. Melalui kegiatan Desa Binaan 2026, BEM FK UMM berharap edukasi yang diberikan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam menerapkan penggunaan APD secara konsisten. Dengan kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi para petani.

Alumni Kedokteran UMM (AKU) merajut kembali kebersamaan dalam Reuni Akbar Perak 25 Tahun

Alumni Kedokteran UMM (AKU) menggelar rangkaian Reuni Akbar Perak 25 Tahun yang berlangsung penuh makna melalui tiga agenda utama, yakni Sharing Session, Musyawarah Akbar, dan Gala Dinner. Ketiga kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para alumni lintas angkatan untuk berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi, sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi ke depan. Kegiatan diawali dengan Sharing Session yang menghadirkan dua alumni inspiratif, dr. Bobby Hendrawan P., Sp.PD., M.Sc. (Alumni 2001) dan dr. Farida Rozany, MMRS (Alumni 2005). Diskusi dipandu oleh moderator dr. Annisa Hasanah, Sp.A., M.Sc., CIMI (Alumni 2003), yang membawa suasana menjadi hangat, interaktif, dan penuh antusiasme. Dalam sesi tersebut, para narasumber membagikan pengalaman mengenai perjalanan karier, tantangan di dunia profesional, serta pentingnya kemampuan beradaptasi dan menjaga semangat belajar sepanjang hayat. Usai Sharing Session, rangkaian acara dilanjutkan dengan Musyawarah Akbar Alumni Kedokteran UMM (AKU). Salah satu agenda utama dalam musyawarah adalah pemilihan Ketua Alumni Kedokteran UMM periode 2026–2031. Melalui proses musyawarah yang berlangsung secara demokratis dan penuh semangat kekeluargaan, dr. Indrawan Dwantoro dari angkatan 2005 resmi terpilih sebagai ketua yang baru. Menutup rangkaian kegiatan hari pertama, para alumni mengikuti Gala Dinner yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi ajang temu kangen yang dinanti, di mana alumni dari berbagai angkatan saling berbagi cerita, mengenang masa-masa kuliah, hingga bertukar pengalaman dalam perjalanan profesi masing-masing. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Ketua Pelaksana Reuni Akbar Perak 25 Tahun AKU, dr. Agung Rudiardi, menyampaikan harapannya agar reuni ini tidak berhenti sebagai ajang temu kangen semata, tetapi menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih luas antar sesama alumni.   “Melalui Reuni Akbar Perak ini, kami berharap ikatan alumni FK UMM semakin kuat dan mampu melahirkan sinergi yang berkelanjutan. Semoga seluruh alumni dapat terus memberikan manfaat, berdampak positif bagi masyarakat, serta bersama-sama berkontribusi dalam mendukung kemajuan almamater,” ungkap dr. Agung.